MELU HANDARBENI

Bagi yang berkenan untuk memberikan saran/usul/pandangan/kritik, baik dari orang tua/wali murid, masyarakat, dinas dan instansi yang peduli dengan perkembangan dan kemajuan SDN 1 Pilang, silakan tinggalkan komentar disini

2 Balasan ke MELU HANDARBENI

  1. udin berkata:

    DARI NINJA SAGA SAMPAI BSE

    Pertama kali saya ucapkan selamat atas diluncurkannya Blog SDN 1 Pilang, hal ini merupakan langkah awal dan terobosan Kepala SDN 1 Pilang yang patut dihargai dan diacungi jempol. Dengan adanya Blog ini dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antara sekolah dan murid serta antara sekolah dengan orang tua wali murid, karena dengan komunikasi lewat blog menghindarkan dari rasa ewuh pakewuh dan tidak berani mengutarakan uneg-uneg secara langsung kepada pihak sekolah.
    Pada pertemuan orang tua wali murid kelas VI dengan pihak sekolah yang diadakan pada tanggal 8 Maret 2012 Bapak Kasiban dari PT Telkom Cepu, mengutarakan tentang bagaimana mensikapi anak-anak yang gemar ngenet (istilahnya orang yang menggunakan internet), ada beberapa catatan tentang anak-anak yang suka ngenet, perlu diketahui warung internet (warnet) booming di kecamatan Randublatung sejak tahun 2009, waktu itu anak saya kelas IV, saya termasuk orang tua yang membatasi pemakaian internet pada anak-anak, betul apa kata Pak Kasiban dengan pembatasan itu anak-anak lari ke warnet.
    Sayang sekali Pak Kasiban tidak menanyakan apa yang disukai anak-anak dari internet, yang menjadi kesukaan anak-anak pada waktu itu adalah bermain game online Ninja Saga yang terdapat pada situs jejaring sosial facebook, untuk bermain game mereka harus daftar member dulu, padahal pada facebook hanya membolehkan menjadi member kalau sudah berumur 17 tahun keatas, jadi untuk menjadi member, anak-anak mengelabuhi dengan menaikkan umur mereka menjadi 17 tahun keatas.
    Bermain game online Ninja Saga menyebabkan anak-anak seperti kecanduan, lupa segala-galanya termasuk tugas belajar, karena pada game Ninja Saga anak-anak akan berlomba-lomba mengumpulkan koin sebanyak-banyaknya, saking kecanduannya beberapa anak sudah menjurus pada tindak kriminal, ada beberapa anak yang memanfaatkan situasi ini dengan cara menghack member temannya (dengan mengubah password), sehingga member tidak bisa diaktifkan padahal koin telah mencapai angka yang tinggi, untuk mengaktifkan kembali anak yang menjadi hacker memeras temannya untuk menyerahkan sejumlah uang kepadanya, karena anak tidak mempunyai uang maka si anak nekat mencuri uang dari orang tuanya.
    Betapa berat cobaan orang tua pada awal-awal booming internet di Randublatung, orang tua harus berjuang sendirian untuk mengatasi kecanduan internet anak-anaknya sementara sekolah tidak mengerti perkembangan anak didiknya, karena pihak sekolah sendiri belum ada internet. Saya telah berusaha memalingkan perhatian anak agar membuka internet kepada hal-hal yang positif, banyak BSE (Buku Sekolah Elektornik) telah saya downloadkan tetapi percuma saja karena anak lebih suka belajar dari Buku Pelajaran yang telah dibeli dari sekolah, bahkan saya pernah memaksa anak untuk mendengarkan dan mengikuti program belajar di kelas maya (The e-learning specialy) tetap saja anak tidak tertarik karena tidak diperintahkan oleh gurunya.
    Pihak sekolah dapat ikut andil memalingkan kebiasaan ngenet anak didiknya ke hal-hal yang positif, karena anak lebih menurut dan patuh kepada gurunya daripada kepada orang tuanya.
    Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk memalingkan kebiasaan internet anak-anak yaitu dengan cara :
    1. Mewajibkan anak-anak belajar online dengan mendownload BSE yang jumlahnya puluhan dari situs BSE.kemendiknas.go.id, dan menghentikan pembelian buku-buku pelajaran manual/toko, hal ini sangat membantu meringankan beban orang tua dari kewajiban membeli buku.
    2. Bagi anak-anak yang tidak mempunyai fasilitas internet di rumah, dapat memanfaatkan warnet, atau jika tidak mampu, pihak sekolah dapat menyediakan fasilitas internet di sekolah secara cuma-cuma.
    3. Semua tugas atau PR harus diambilkan dan mengacu pada BSE yang telah didownload.
    4. Membiasakan memberikan tugas kliping yang diambilkan atau bersumber dari internet, karena bahan kliping dari internet lebih komplit dibandingkan dari koran atau majalah, misalkan untuk pelajaran IPS tentang peninggalan sejarah situs-situs kuno hanya dapat dicari dari internet ketimbang majalah atau koran.
    5. Karena di sekolah telah tersedia fasilitas internet Guru dapat memanfaatkan program belajar di kelas maya (e-learning) di sekolah, karena sistem pembelajarannya disajikan secara lebih menarik dengan dilengkapi soal-soal latihan setelah pembelajaran.
    Ini saja yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat, dan menjadi model pembelajaran baru khususnya bagi SDN 1 Pilang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s